Dari Fresh Graduate hingga Berkarier di PERURI: Perjalanan Iman Membangun Karier di HR

freshgraduate

Freshgraduate seperti Iman Firmansyah tentu pernah merasakan kebingungan ketika pertama kali memasuki dunia kerja. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia sempat mempertanyakan arah karier yang ingin ditekuni. Di tengah banyaknya lowongan pekerjaan dengan requirement yang tinggi, Iman juga sempat merasa minder karena menganggap pengalaman yang dimilikinya belum sebanyak kandidat lain.

Namun, rasa ragu tersebut tidak membuat Iman berhenti. Ia mulai menyadari bahwa setiap orang memiliki perjalanan karier yang berbeda. Daripada terus membandingkan diri dengan kandidat lain, Iman memilih untuk fokus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan dirinya sebaik mungkin.

Langkah tersebut kemudian membawanya untuk aktif mengikuti berbagai proses pengembangan diri, mulai dari internship, sertifikasi, hingga bootcamp di bidang Human Resources. Salah satu proses belajar yang dijalaninya adalah mengikuti HR Fast Track + Professional Certification di Talentiv, yang menjadi bagian dari upayanya untuk memperkuat kompetensi dan memahami dunia HR secara lebih mendalam.

Perjalanan tersebut akhirnya mengantarkan Iman pada kesempatan untuk berkarier sebagai HR Recruitment di PERURI (Percetakan Uang RI).

Memulai Karier di Tengah Keraguan

Menjadi Freshgraduate dan mulai mencari pekerjaan bukanlah fase yang selalu mudah. Setelah lulus, Iman harus menentukan bidang yang ingin ditekuni sekaligus menghadapi persaingan dengan kandidat yang mungkin sudah memiliki pengalaman lebih banyak.

Ia pun sempat mengalami fase ketika banyaknya pilihan justru membuatnya bingung.

“Waktu baru lulus aku sempat bingung mau fokus ke karier yang mana, apalagi lihat banyak lowongan dengan requirement yang tinggi. Jujur, aku juga pernah minder karena ngerasa pengalamanku masih belum sebanyak kandidat lain.”

Alih-alih membiarkan rasa minder tersebut menghambat langkahnya, Iman mulai mengubah cara pandangnya. Ia menyadari bahwa membandingkan perjalanan diri dengan orang lain tidak akan membuat dirinya berkembang.

Sebagai Fresh Graduate, ia memilih untuk melihat proses pencarian kerja sebagai kesempatan untuk mengetahui kemampuan apa saja yang masih perlu dikembangkan.

“Tapi lama-lama aku sadar kalau everyone’s journey is different. Daripada terus compare diri sama orang lain, aku milih fokus upgrade diri lewat magang, sertifikasi, bootcamp, dan terus apply ke posisi yang sesuai sama minatku.”

Dari sana, Iman mulai lebih serius mempersiapkan kariernya. Ia tidak hanya mencari lowongan dan mengirimkan lamaran, tetapi juga berusaha membangun value yang bisa dibawa ketika mendapatkan kesempatan interview.

Memperkuat Kompetensi HR Bersama Talentiv

Bagi seorang Freshgraduate, pengalaman menjadi salah satu hal yang cukup penting ketika mulai memasuki dunia kerja. Iman memahami bahwa nilai akademik saja belum tentu cukup untuk membuatnya benar-benar siap menghadapi kebutuhan perusahaan.

Karena itu, ia mulai mencari pengalaman dan pembelajaran yang dapat mendukung arah kariernya di bidang Human Resources.

Salah satu langkah yang diambil Iman adalah mengikuti HR Fast Track + Professional Certification di Talentiv. Program tersebut menjadi bagian dari proses belajarnya untuk memperkuat pemahaman mengenai bidang HR sekaligus menambah bekal yang dapat digunakan ketika memasuki dunia kerja.

Selain mengikuti program tersebut, Iman juga mengembangkan kompetensinya melalui berbagai pengalaman lain, termasuk Talent Acquisition Training & Mentoring Batch 8, Excel & Office Administration Training & Mentoring Batch 4, Certified Organizational Development Specialist, serta Learning & Development Fast Track Batch 4.

Berbagai pengalaman tersebut membuat proses belajar Iman tidak berhenti pada teori. Ia mendapatkan insight mengenai pekerjaan HR sekaligus memahami bagaimana kompetensi tersebut dapat diterapkan dalam konteks dunia kerja.

Hal tersebut kemudian semakin diperkuat melalui pengalaman internship. Di sana, Iman mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana pekerjaan dilakukan, bagaimana berkomunikasi dengan berbagai stakeholder, bekerja dalam tim, menyelesaikan pekerjaan sesuai target, serta menghadapi deadline.

Menurutnya, kombinasi antara pengalaman nyata dan continuous learning menjadi salah satu hal yang paling membantu meningkatkan value dirinya ketika melamar pekerjaan.

“Menurut aku, yang paling ngebantu ningkatin value saat apply kerja itu kombinasi antara internship, sertifikasi, dan bootcamp. Waktu magang, aku bisa belajar langsung gimana dunia kerja berjalan, mulai dari teamwork, komunikasi dengan banyak stakeholder, sampai nyelesaiin pekerjaan sesuai target dan deadline.”

Pengalaman tersebut membuat Iman memiliki bekal yang lebih relevan ketika mulai mengikuti proses recruitment. Ia tidak hanya dapat menjelaskan apa yang dipelajari, tetapi juga memiliki pengalaman yang dapat dikaitkan dengan kebutuhan pekerjaan.

Dari Belajar hingga Lebih Siap Menghadapi Proses Rekrutmen

Bagi Iman, perjalanan Freshgraduate dalam mempersiapkan karier bukan hanya tentang mengumpulkan sertifikat atau menambah pengalaman di CV. Ada perubahan cara berpikir yang juga ia rasakan selama proses tersebut.

Melalui berbagai pembelajaran dan pengalaman, Iman mulai memahami bahwa perusahaan tidak hanya melihat nilai akademik. Pengalaman, skill, kemampuan berkomunikasi, serta willingness to learn juga menjadi bagian penting dari kesiapan seseorang ketika memasuki dunia kerja.

“The biggest change yang aku rasain itu mindset sih. Dulu aku mikir nilai akademik aja udah cukup buat dapetin kerja. Tapi setelah ikut magang, sertifikasi, dan bootcamp, aku jadi sadar kalau perusahaan juga ngelihat experience, skills, dan willingness to learn.”

Pemahaman tersebut membuat Iman menjadi lebih percaya diri.

Ia juga mulai menyadari bahwa kesiapan kerja tidak hanya berkaitan dengan hard skill. Kemampuan komunikasi, teamwork, problem solving, dan time management ikut berkembang melalui pengalaman yang dijalaninya.

Sebagai Freshgraduate, perubahan tersebut membuat Iman tidak lagi melihat dirinya hanya sebagai seseorang yang baru lulus dan belum memiliki banyak pengalaman. Ia mulai melihat dirinya sebagai kandidat yang terus belajar, memiliki pengalaman praktik, dan siap berkembang di lingkungan profesional.

“Dari situ aku jadi lebih percaya diri karena ngerasa punya bekal yang lebih relevan dengan dunia kerja. Nggak cuma hard skill yang berkembang, tapi juga soft skill kayak communication, teamwork, problem solving, sama time management.”

Bagi Iman, persiapan karier akhirnya tidak lagi hanya berarti mencari pekerjaan. Ia melihat proses tersebut sebagai upaya untuk menjadi pribadi yang lebih siap memberikan value ketika mendapatkan kesempatan bergabung dengan perusahaan.

Ketika Proses Belajar Membuka Kesempatan Karier

Setelah melewati berbagai proses pengembangan diri, perjalanan Freshgraduate Iman akhirnya sampai pada sebuah kesempatan yang menjadi salah satu pencapaian penting dalam kariernya.

Kini, Iman bekerja sebagai HR Recruitment di PERURI (Percetakan Uang RI).

Kesempatan tersebut menjadi titik penting dari perjalanan yang sebelumnya dipenuhi rasa bingung dan minder. Dari seorang lulusan baru yang masih mencari arah, Iman kini memiliki kesempatan untuk menerapkan kompetensi yang telah ia bangun dalam lingkungan profesional.

Perjalanannya juga menunjukkan bahwa mendapatkan pekerjaan tidak selalu terjadi dalam satu atau dua proses lamaran. Ada fase ketika seseorang belum mendapatkan panggilan interview, menerima penolakan, atau harus kembali mengevaluasi kemampuan diri.

Namun, Iman memilih untuk terus belajar sambil tetap mencari kesempatan.

Bagi seorang Fresh Graduate, sikap tersebut menjadi penting karena proses membangun karier membutuhkan konsistensi. Ketika satu kesempatan belum berhasil, masih ada ruang untuk memperbaiki diri dan mencoba kembali.

Dukungan keluarga dan keinginan untuk terus belajar juga menjadi motivasi terbesar bagi Iman untuk tetap melangkah.

“Support dari keluarga dan keinginan buat terus belajar jadi motivasi terbesar buat tetap jalan. Aku percaya every process has its own purpose, dan semua pengalaman yang dijalanin sekarang bakal jadi bekal buat berkembang dan kasih impact yang lebih baik di dunia kerja.”

Pesan Iman untuk yang Masih Job Hunting

Pengalaman menjadi Freshgraduate membuat Iman memahami bahwa proses mencari kerja dapat dipenuhi berbagai ketidakpastian. Karena itu, ia ingin memberikan semangat kepada mereka yang saat ini masih berada dalam fase job hunting.

Menurut Iman, menerima penolakan bukan berarti seseorang tidak memiliki kemampuan. Setiap orang memiliki timeline dan perjalanan yang berbeda.

“Buat temen-temen yang lagi job hunting, don’t give up ya. It’s okay kalau sekarang masih sering dapet email ‘we regret to inform you’ atau bahkan belum dipanggil interview. Semua orang punya timeline masing-masing.”

Ia juga mengingatkan bahwa proses mencari kerja sebaiknya tetap diiringi dengan proses belajar.

Ketika belum mendapatkan pekerjaan, waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun pengalaman melalui internship, memperkuat kompetensi melalui sertifikasi, atau mengikuti bootcamp yang relevan dengan bidang yang ingin dituju.

“Selama masih terus belajar, upgrade skill lewat magang, sertifikasi, atau bootcamp, you’re already making progress.”

Pesan tersebut menjadi gambaran dari apa yang juga dilakukan Iman selama perjalanan kariernya. Ia tidak menunggu kesempatan datang dalam kondisi pasif, tetapi terus berusaha mempersiapkan dirinya agar lebih siap ketika kesempatan tersebut muncul.

Setiap Proses Punya Tujuannya

Perjalanan Freshgraduate Iman dari seorang job seeker hingga akhirnya berkarier sebagai HR Recruitment di PERURI menunjukkan bahwa kesiapan kerja dibangun melalui proses yang bertahap.

Internship memberinya pengalaman langsung mengenai dunia kerja. Sertifikasi dan bootcamp memperluas kompetensi. Sementara proses belajar di bidang Human Resources, termasuk melalui HR Fast Track + Professional Certification di Talentiv, membantunya memperkuat bekal untuk mengejar karier yang diminatinya.

Semua pengalaman tersebut akhirnya menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya ke posisi profesional saat ini.

Bagi Iman, proses tersebut bukan hanya tentang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga tentang menjadi versi terbaik dari dirinya agar dapat memberikan value ketika mendapatkan kesempatan.

“Career preparation itu bukan cuma soal cari kerja, but it’s about becoming the best version of yourself so you can bring value ketika nanti bergabung di sebuah perusahaan.”

Bagi para Fresh Graduate yang saat ini masih mencari arah karier, kisah Iman menunjukkan bahwa tidak perlu menunggu sampai merasa benar-benar siap untuk mulai berkembang.

Mulailah dengan mengenali bidang yang diminati, meningkatkan skill, mencari pengalaman yang relevan, dan terus mencoba peluang yang tersedia.

Seperti pesan Iman:

“Keep showing up, keep applying, and trust the process. One day, you’ll look back and realize semua effort yang sekarang lagi dijalanin ternyata worth it. Semangat, your opportunity will come!”

Dari seorang Fresh Graduate yang sempat bingung menentukan arah karier hingga akhirnya berkarier sebagai HR Recruitment di PERURI, perjalanan Iman menjadi pengingat bahwa setiap proses belajar, pengalaman, dan keberanian untuk terus mencoba dapat menjadi bekal untuk membuka kesempatan karier yang lebih baik.