Switch Career ke bidang Human Resources setelah memiliki pengalaman sebagai pekerja pabrik bukanlah perjalanan yang mudah. Hal tersebut dirasakan oleh Lukman Azam Alamin, seorang fresh graduate S1 Hukum yang sebelumnya bekerja sebagai Production Operator.
Di tengah kesibukannya bekerja sekaligus menyelesaikan pendidikan, Lukman mulai memikirkan arah karier yang ingin dibangun setelah lulus kuliah. Ia memiliki ketertarikan untuk berkembang di bidang Human Resources, khususnya recruitment. Namun, keinginan tersebut sempat dibayangi rasa minder karena pengalaman kerjanya sebelumnya tidak berasal dari dunia HR.
Bagi Lukman, Switch Career bukan hanya tentang meninggalkan pekerjaan lama dan mencari pekerjaan baru. Ada proses panjang yang harus dipersiapkan, mulai dari menentukan arah karier, meningkatkan kompetensi, mendapatkan pengalaman praktik, hingga membangun kepercayaan diri untuk menghadapi dunia kerja.
Ketika Latar Belakang Membuat Ragu untuk Memulai
Sebelum mengenal lebih jauh dunia HR, Lukman bekerja sebagai Production Operator sambil menjalani kuliah S1 Hukum. Menjalani dua aktivitas tersebut secara bersamaan bukanlah hal yang mudah.
Di satu sisi, ia harus menyelesaikan tanggung jawab pekerjaannya. Di sisi lain, ia juga harus membagi waktu untuk menyelesaikan pendidikan dan mulai memikirkan masa depan karier.
Keinginan untuk berkembang sebenarnya sudah ada. Namun, perbedaan antara pengalaman sebelumnya dengan bidang yang ingin dituju membuat Lukman sempat mempertanyakan kemampuannya sendiri.
“Saat awal akan switch career, saya sempat merasa bingung menentukan arah karier karena sebelumnya saya bekerja sebagai pekerja pabrik sambil menjalani kuliah S1 Hukum. Di satu sisi saya ingin berkembang ke bidang yang lebih sesuai dengan kemampuan dan minat saya, tetapi di sisi lain saya juga merasa minder karena belum memiliki pengalaman di dunia HR,” ungkap Lukman.
Rasa lelah juga menjadi bagian dari proses tersebut. Membagi waktu antara pekerjaan, kuliah, dan mencari peluang karier baru membuat perjalanan Switch Career terasa semakin menantang.
Namun, Lukman tidak ingin berhenti pada kondisi tersebut. Ia memiliki keinginan untuk memperbaiki masa depan sekaligus membuktikan bahwa latar belakang pekerjaan sebelumnya tidak menentukan sejauh mana seseorang dapat berkembang.
Memulai Langkah dengan Belajar dan Mencari Pengalaman
Lukman kemudian mulai mencari cara untuk mempersiapkan dirinya memasuki bidang Human Resources. Ia menyadari bahwa keinginan untuk bekerja di bidang HR perlu diikuti dengan kompetensi dan pengalaman yang relevan.
Salah satu langkah yang diambil adalah mengikuti HR Fast Track + Professional Certification di Talentiv. Program tersebut menjadi salah satu bagian dari proses Switch Career yang dijalaninya untuk memahami dunia HR sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Melalui proses pembelajaran tersebut, Lukman mendapatkan kesempatan untuk mempelajari berbagai hal mengenai Human Resources, terutama recruitment. Tidak berhenti pada teori, ia juga mendapatkan pengalaman praktik melalui program magang yang membantu memberikan gambaran mengenai bagaimana proses kerja HR diterapkan secara nyata.
Pengalaman tersebut menjadi penting bagi Lukman karena sebelumnya ia belum memiliki pengalaman profesional di bidang HR.
Ia mulai mengenal proses recruitment secara lebih menyeluruh, termasuk bagaimana proses sourcing, screening, offering, hingga onboarding dilakukan. Pengetahuan tersebut membuatnya memiliki gambaran yang lebih konkret mengenai pekerjaan yang ingin ditekuni.
“Dari semua proses belajar yang saya jalani, yang paling membantu meningkatkan value diri saat apply kerja adalah pengalaman mengikuti pelatihan dan career mentoring + Job Support di Talentiv karena di sana saya tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga belajar praktik langsung tentang dunia HR terutama di recruitment,” jelasnya.
Bukan Hanya Skill, tetapi Juga Membangun Kepercayaan Diri
Bagi Lukman, proses Switch Career tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Salah satu perubahan terbesar yang ia rasakan justru berkaitan dengan kepercayaan diri.
Sebelumnya, pengalaman sebagai pekerja pabrik membuatnya merasa memiliki keterbatasan ketika ingin melamar pekerjaan di bidang HR. Namun, setelah mendapatkan pembelajaran dan pengalaman praktik, cara pandangnya mulai berubah.
Ia menyadari bahwa pengalaman masa lalu bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Sebaliknya, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya selama memiliki kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
Pembelajaran yang diperoleh juga membuat Lukman memahami bahwa dunia kerja tidak hanya membutuhkan pengetahuan teknis. Kemampuan komunikasi, mindset untuk berkembang, keberanian mencoba, dan kesiapan menghadapi proses rekrutmen juga menjadi bagian penting dalam membangun karier.
Bagi seorang career switcher, perubahan cara pandang tersebut menjadi modal penting. Sebab, tantangan Switch Career tidak berhenti ketika seseorang sudah mempelajari skill baru. Tantangan berikutnya adalah bagaimana menunjukkan bahwa skill tersebut benar-benar dapat diterapkan.
Dari Belajar hingga Lebih Siap Menghadapi Proses Rekrutmen
Salah satu hal yang dirasakan Lukman setelah mengikuti pelatihan dan pengalaman praktik adalah meningkatnya kesiapan ketika menghadapi proses lamaran kerja.
Pemahaman mengenai proses recruitment secara end-to-end membuatnya memiliki bekal untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan bidang HR. Ia tidak lagi hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman yang dapat dikaitkan dengan kebutuhan pekerjaan.
Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat perjalanan Switch Career terasa lebih terarah.
Lukman tidak lagi hanya berpikir, “Saya ingin bekerja di HR,” tetapi mulai memahami kompetensi apa yang dibutuhkan, pengalaman apa yang perlu dimiliki, dan bagaimana mempersiapkan diri untuk mendapatkan peluang tersebut.
“Pengalaman tersebut sangat membantu meningkatkan kepercayaan diri saya, terutama karena sebelumnya saya memiliki latar belakang sebagai pekerja pabrik sambil kuliah S1 Hukum. Dari pelatihan dan career mentoring + Job Support itu saya jadi memahami bahwa skill, kemauan belajar, dan pengalaman praktik sangat berpengaruh dalam meningkatkan value diri.”
Pengalaman tersebut juga membantunya membangun mindset untuk terus berkembang dan berani mencoba peluang karier baru.
Ketika Kesempatan Baru Mulai Terbuka
Setelah melalui berbagai proses tersebut, perjalanan Switch Career Lukman akhirnya membawanya pada kesempatan untuk bekerja di bidang yang ingin ia tekuni.
Kini, Lukman bekerja sebagai HR Recruitment di PT Bripindo Sejahtera (Royal Security Indonesia).
Pencapaian tersebut menjadi sebuah titik penting dalam perjalanannya. Dari sebelumnya bekerja sebagai Production Operator dan menjalani kuliah S1 Hukum, ia kini memiliki kesempatan untuk membangun pengalaman profesional di bidang Human Resources.
Bagi Lukman, keberhasilan tersebut bukan sesuatu yang terjadi secara instan. Ada proses belajar, praktik, membangun kepercayaan diri, hingga keberanian untuk mencoba peluang baru.
Perjalanan tersebut juga mengubah cara Lukman melihat dirinya sendiri.
“Insight dan perubahan terbesar yang saya rasakan setelah serius upgrade skill dan mempersiapkan karier adalah saya jadi lebih percaya diri dan punya arah karier yang lebih jelas.”
Ia menyadari bahwa seseorang tidak harus memiliki latar belakang yang sempurna untuk memulai karier baru. Selama memiliki kemauan belajar dan terus meningkatkan kompetensi, peluang untuk berkembang tetap terbuka.
Latar Belakang Bukan Batas untuk Berkembang
Kisah Switch Career Lukman menjadi gambaran bahwa perjalanan karier setiap orang dapat memiliki jalur yang berbeda.
Ada yang langsung bekerja sesuai jurusan. Ada pula yang membutuhkan waktu untuk menemukan bidang yang benar-benar ingin ditekuni. Ada yang memulai dari pengalaman kerja yang sama sekali berbeda sebelum akhirnya menemukan kesempatan di bidang baru.
Lukman berada pada perjalanan tersebut.
Latar belakangnya sebagai Production Operator dan mahasiswa S1 Hukum tidak menghalanginya untuk mempelajari Human Resources. Justru, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses yang membentuk keberanian dan ketekunannya dalam mencari peluang baru.
“Setelah mengikuti pelatihan dan magang di Talentiv, saya sadar bahwa setiap orang punya kesempatan untuk berkembang selama mau belajar dan mencoba hal baru.”
Menurutnya, hal terpenting adalah tidak berhenti pada kondisi saat ini. Ketika seseorang merasa masih memiliki kekurangan, hal tersebut dapat menjadi alasan untuk belajar, bukan alasan untuk menyerah.
Proses Switch Career memang tidak selalu berjalan mulus. Ada rasa lelah, keraguan, kegagalan, bahkan keinginan untuk berhenti. Namun, setiap proses dapat menjadi pengalaman yang membantu seseorang menjadi lebih kuat dan lebih siap menghadapi tantangan berikutnya.
Pesan Lukman untuk Kamu yang Sedang Mencari Arah Karier
Pengalaman Lukman juga membawa pesan bagi mereka yang saat ini sedang berada di persimpangan karier, khususnya fresh graduate atau pekerja yang ingin mencoba bidang baru.
Ia mengingatkan agar seseorang tidak terlalu cepat merasa minder hanya karena memiliki latar belakang yang berbeda.
“Jangan pernah merasa minder dengan latar belakang atau kondisi yang dimiliki saat ini. Saya sendiri pernah berada di posisi bekerja sebagai pekerja pabrik sambil menjalani kuliah, dan sempat merasa bingung menentukan arah karier ke depan.”
Menurut Lukman, kesempatan untuk berkembang tetap dimiliki oleh siapa saja selama ada kemauan untuk belajar, meningkatkan skill, dan mencoba peluang baru.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi mereka yang sedang mempertimbangkan Switch Career tetapi masih ragu untuk memulai.
Tidak harus langsung memiliki semua kemampuan. Langkah pertama dapat dimulai dengan memahami bidang yang dituju, mempelajari kompetensi yang dibutuhkan, mencari pengalaman praktik, dan terus memperbaiki diri.
“Prosesnya memang tidak selalu mudah, pasti ada rasa lelah, gagal, bahkan ingin menyerah. Tetapi dari setiap proses itulah kita belajar menjadi pribadi yang lebih kuat dan siap menghadapi dunia kerja.”
Dari Keraguan Menjadi Langkah Baru
Perjalanan Switch Career Lukman menunjukkan bahwa perubahan karier bukan sekadar tentang mendapatkan pekerjaan baru. Di baliknya terdapat proses mengenali diri, menentukan arah, meningkatkan kompetensi, membangun pengalaman, dan berani mengambil kesempatan.
Dari seorang Production Operator yang sempat merasa bingung dengan arah karier, Lukman kini telah memulai babak baru sebagai HR Recruitment.
Perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa latar belakang bukanlah batas akhir dari sebuah karier. Kemampuan dapat dikembangkan, pengalaman dapat dibangun, dan kepercayaan diri dapat tumbuh melalui proses.
Bagi siapa pun yang saat ini sedang mempertimbangkan Switch Career, kisah Lukman menunjukkan satu hal sederhana: tidak ada kata terlambat untuk mulai belajar dan mencoba.
Seperti pesan Lukman, tetap semangat, konsisten berkembang, dan percaya pada proses. Karena usaha yang dilakukan hari ini dapat menjadi jalan menuju kesempatan dan masa depan yang lebih baik.