Data Analyst menjadi salah satu profesi dengan pertumbuhan tercepat di berbagai industri. Perusahaan kini mengumpulkan data dalam jumlah besar setiap hari, mulai dari transaksi pelanggan, aktivitas pemasaran, operasional, hingga keuangan. Data tersebut tidak akan memberikan manfaat apabila tidak diolah menjadi informasi yang dapat membantu pengambilan keputusan. Di sinilah peran seorang Data Analyst menjadi sangat penting.
Profesi ini tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan teknologi, tetapi juga oleh perusahaan retail, manufaktur, perbankan, kesehatan, logistik, hingga pemerintahan. Hampir setiap organisasi yang memanfaatkan data untuk meningkatkan efisiensi dan strategi bisnis membutuhkan kemampuan analisis data.
Banyak orang mengira pekerjaan Data Analyst hanya berkaitan dengan angka atau membuat grafik. Padahal, tugas utamanya adalah menerjemahkan data menjadi insight yang dapat dipahami oleh manajemen sehingga keputusan bisnis menjadi lebih tepat.
Dalam artikel ini Anda akan mempelajari secara lengkap mengenai profesi Data Analyst, mulai dari pengertian, tugas, skill, tools yang digunakan, kisaran gaji, roadmap belajar, hingga langkah-langkah untuk memulai karier sebagai Data Analyst.
Apa Itu Data Analyst?
Data Analyst adalah profesional yang bertugas mengumpulkan, membersihkan, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data menjadi informasi yang dapat digunakan perusahaan untuk mengambil keputusan.
Secara sederhana, seorang Data Analyst membantu menjawab berbagai pertanyaan bisnis, seperti:
- Produk mana yang paling laris?
- Mengapa penjualan bulan ini menurun?
- Wilayah mana yang memiliki pelanggan terbanyak?
- Kampanye pemasaran mana yang paling efektif?
- Bagaimana cara meningkatkan keuntungan perusahaan?
Jawaban atas pertanyaan tersebut diperoleh melalui proses analisis data yang sistematis menggunakan berbagai tools seperti Microsoft Excel, SQL, Power BI, Tableau, maupun Python.
Mengapa Profesi Data Analyst Semakin Dibutuhkan?
Di era digital, hampir seluruh aktivitas bisnis menghasilkan data. Mulai dari transaksi penjualan, kunjungan website, interaksi media sosial, hingga data pelanggan.
Tanpa analisis yang baik, data hanya menjadi kumpulan angka yang sulit dimanfaatkan. Sebaliknya, ketika data diolah dengan benar, perusahaan dapat:
- Mengidentifikasi peluang bisnis baru.
- Memahami perilaku pelanggan.
- Mengurangi biaya operasional.
- Meningkatkan efektivitas pemasaran.
- Mengoptimalkan stok barang.
- Mempercepat pengambilan keputusan.
Inilah alasan mengapa permintaan terhadap profesi Data Analyst terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Apa yang Dikerjakan Data Analyst Setiap Hari?
Banyak orang penasaran seperti apa aktivitas harian seorang Data Analyst. Meskipun setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda, secara umum alur kerjanya meliputi beberapa tahapan berikut.
1. Memahami Permasalahan Bisnis
Pekerjaan biasanya dimulai dengan memahami kebutuhan dari tim atau manajemen. Misalnya, tim marketing ingin mengetahui penyebab penurunan penjualan di wilayah tertentu.
2. Mengumpulkan Data
Setelah memahami kebutuhan, Data Analyst mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti database perusahaan, file Excel, sistem ERP, CRM, atau aplikasi lainnya.
3. Data Cleaning
Tahap ini bertujuan membersihkan data dari duplikasi, data kosong, kesalahan penulisan, maupun format yang tidak konsisten. Proses ini sangat penting karena kualitas analisis bergantung pada kualitas data.
4. Menganalisis Data
Data kemudian diolah menggunakan berbagai metode analisis untuk menemukan pola, tren, atau hubungan antarvariabel.
5. Membuat Dashboard
Hasil analisis biasanya disajikan dalam bentuk dashboard atau visualisasi agar lebih mudah dipahami oleh pihak manajemen.
6. Memberikan Insight
Tahap terakhir adalah menyampaikan hasil analisis beserta rekomendasi yang dapat membantu perusahaan mengambil keputusan.
Workflow Seorang Data Analyst
Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran sederhana proses kerja seorang Data Analyst.
Business Problem
↓
Collect Data
↓
Data Cleaning
↓
Exploratory Data Analysis
↓
Visualization Dashboard
↓
Insight
↓
Business Decision
Workflow ini menunjukkan bahwa pekerjaan Data Analyst tidak berhenti pada pembuatan grafik. Nilai utama profesi ini terletak pada kemampuan mengubah data menjadi rekomendasi yang dapat diterapkan oleh perusahaan.
Tugas dan Tanggung Jawab Data Analyst
Tanggung jawab seorang Data Analyst dapat berbeda di setiap perusahaan, namun secara umum meliputi:
- Mengumpulkan data dari berbagai sumber.
- Membersihkan dan memvalidasi data.
- Mengolah data menggunakan Excel, SQL, atau tools analitik lainnya.
- Menyusun laporan berkala.
- Membuat dashboard interaktif.
- Menganalisis tren bisnis.
- Mengidentifikasi peluang peningkatan performa.
- Menyampaikan insight kepada manajemen.
- Berkolaborasi dengan tim marketing, finance, HR, maupun operasional.
Kemampuan berkomunikasi juga menjadi bagian penting karena hasil analisis harus dapat dipahami oleh orang yang tidak memiliki latar belakang teknis.
Skill yang Wajib Dimiliki Data Analyst
Menjadi Data Analyst tidak cukup hanya menguasai satu software. Anda perlu memiliki kombinasi hard skill dan soft skill.
Hard Skill
Microsoft Excel
Excel masih menjadi tools yang paling sering digunakan untuk mengolah data, membuat Pivot Table, melakukan data cleaning sederhana, hingga menyusun laporan.
SQL digunakan untuk mengambil data dari database perusahaan. Hampir semua posisi Data Analyst mensyaratkan kemampuan dasar SQL.
Power BI atau Tableau
Kedua tools ini digunakan untuk membuat dashboard dan visualisasi data yang interaktif.
Statistik Dasar
Pemahaman mengenai rata-rata, median, distribusi data, korelasi, dan konsep statistik lainnya akan membantu menghasilkan analisis yang lebih akurat.
Data Cleaning
Membersihkan data merupakan salah satu pekerjaan yang paling sering dilakukan sebelum proses analisis dimulai.
Soft Skill
Selain kemampuan teknis, seorang Data Analyst juga membutuhkan:
- Critical Thinking.
- Problem Solving.
- Attention to Detail.
- Komunikasi.
- Storytelling with Data.
- Business Understanding.
- Kemampuan Presentasi.
Soft skill inilah yang membedakan seorang analis data biasa dengan analis yang mampu memberikan dampak nyata bagi perusahaan.
Tools yang Paling Sering Digunakan
| Tools | Fungsi | Tingkat Prioritas |
|---|---|---|
| Microsoft Excel | Pengolahan data | ⭐⭐⭐⭐⭐ |
| SQL | Mengambil data dari database | ⭐⭐⭐⭐⭐ |
| Power BI | Dashboard & Visualisasi | ⭐⭐⭐⭐⭐ |
| Tableau | Visualisasi Data | ⭐⭐⭐⭐ |
| Python | Analisis lanjutan & otomatisasi | ⭐⭐⭐⭐ |
| Google Sheets | Kolaborasi data | ⭐⭐⭐ |
Bagi pemula, fokuslah terlebih dahulu pada Excel, SQL, dan Power BI karena ketiga tools tersebut paling sering muncul dalam kebutuhan industri maupun proses rekrutmen.
Roadmap Belajar Menjadi Data Analyst dari Nol
Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan calon Data Analyst adalah, “Harus belajar apa dulu?” Banyak pemula merasa bingung karena ada begitu banyak tools dan materi yang tersedia di internet. Ada yang langsung belajar Python, ada yang fokus pada SQL, bahkan ada yang mencoba mempelajari machine learning sejak awal.
Padahal, menjadi Data Analyst sebaiknya dilakukan secara bertahap. Dengan roadmap yang tepat, proses belajar akan lebih terarah dan Anda dapat membangun kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Tahap 1: Kuasai Microsoft Excel
Excel merupakan fondasi utama bagi hampir semua pekerjaan analisis data. Walaupun saat ini banyak tools modern seperti Power BI dan Python, Excel masih menjadi aplikasi yang paling sering digunakan di berbagai perusahaan.
Pada tahap ini, fokuslah mempelajari:
- Pengolahan data dasar
- Sort dan Filter
- Conditional Formatting
- Pivot Table
- Pivot Chart
- VLOOKUP dan XLOOKUP
- INDEX MATCH
- IF, SUMIF, COUNTIF
- Data Validation
- Dashboard sederhana
Kemampuan Excel yang baik akan mempermudah Anda saat mempelajari tools lain karena konsep analisis datanya tetap sama.
Tahap 2: Belajar SQL
Setelah memahami Excel, langkah berikutnya adalah mempelajari SQL (Structured Query Language). SQL digunakan untuk mengambil data langsung dari database perusahaan.
Materi dasar yang perlu dipelajari meliputi:
- SELECT
- WHERE
- ORDER BY
- GROUP BY
- JOIN
- HAVING
- Aggregate Function
- Subquery
Di banyak perusahaan, proses analisis dimulai dengan mengambil data menggunakan SQL sebelum data tersebut diolah menggunakan Excel atau Power BI.
Tahap 3: Memahami Statistik Dasar
Statistik membantu Data Analyst memahami pola dalam data sehingga hasil analisis menjadi lebih akurat.
Materi yang sebaiknya dipelajari antara lain:
- Mean
- Median
- Modus
- Standar Deviasi
- Varians
- Distribusi Data
- Korelasi
- Regresi Dasar
Anda tidak perlu menjadi ahli statistik, tetapi memahami konsep dasar akan sangat membantu dalam proses analisis.
Tahap 4: Belajar Data Visualization
Data yang baik harus mudah dipahami oleh pengambil keputusan. Oleh karena itu, kemampuan membuat visualisasi menjadi salah satu kompetensi penting.
Beberapa tools yang umum digunakan adalah:
- Microsoft Excel
- Power BI
- Tableau
- Google Looker Studio
Pelajari cara memilih jenis grafik yang sesuai, menyusun dashboard yang informatif, serta menyampaikan insight melalui visualisasi yang sederhana namun efektif.
Tahap 5: Membangun Portofolio
Banyak perusahaan lebih tertarik melihat hasil pekerjaan dibanding sekadar sertifikat. Oleh karena itu, mulailah membuat portofolio menggunakan data nyata atau dataset publik.
Contoh proyek yang dapat dibuat:
- Dashboard Penjualan
- Analisis Data Karyawan
- Dashboard HR
- Analisis Keuangan
- Analisis Customer
- Dashboard Marketing
- Analisis Inventory
- Dashboard Operasional
Semakin beragam proyek yang Anda miliki, semakin besar peluang menarik perhatian recruiter.
Jenjang Karier Data Analyst
Profesi ini memiliki jenjang karier yang jelas dan menawarkan peluang berkembang seiring bertambahnya pengalaman.
| Posisi | Pengalaman |
|---|---|
| Junior Data Analyst | 0–2 Tahun |
| Data Analyst | 2–4 Tahun |
| Senior Data Analyst | 4–6 Tahun |
| Lead Data Analyst | 6–8 Tahun |
| Analytics Manager | 8+ Tahun |
| Head of Data | 10+ Tahun |
Semakin tinggi posisi, tanggung jawab tidak hanya mencakup analisis data, tetapi juga pengelolaan tim, penyusunan strategi, hingga pengambilan keputusan bisnis.
Kisaran Gaji Data Analyst di Indonesia
Besaran gaji dapat berbeda tergantung lokasi, industri, ukuran perusahaan, dan pengalaman kerja. Berikut gambaran umum kisaran gaji di Indonesia.
| Level | Estimasi Gaji/Bulan |
|---|---|
| Fresh Graduate | Rp5–8 juta |
| Junior Data Analyst | Rp6–10 juta |
| Data Analyst | Rp10–15 juta |
| Senior Data Analyst | Rp15–25 juta |
| Lead Data Analyst | Rp25–40 juta |
| Analytics Manager | Rp35 juta ke atas |
Perusahaan teknologi, perbankan, konsultan, dan startup umumnya menawarkan kompensasi yang lebih tinggi dibandingkan sektor lainnya.
Data Analyst Berdasarkan Industri
Meskipun menggunakan konsep analisis yang sama, pekerjaan Data Analyst dapat berbeda di setiap industri.
Data Analyst di Retail
Fokus utama adalah menganalisis:
- Penjualan produk
- Performa cabang
- Perputaran stok
- Produk terlaris
- Loyalitas pelanggan
Insight yang dihasilkan membantu perusahaan menentukan strategi promosi, pengelolaan stok, dan pengembangan produk.
Data Analyst di Perbankan dan Finance
Di sektor keuangan, Data Analyst bertanggung jawab menganalisis:
- Transaksi nasabah
- Risiko kredit
- Fraud detection
- Profitabilitas
- Cash flow
- Performa investasi
Ketelitian menjadi faktor penting karena keputusan yang diambil berkaitan langsung dengan risiko finansial.
Data Analyst di Human Resources (HR)
Dalam bidang HR, analisis data digunakan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan karyawan.
Contohnya:
- Tingkat turnover
- Absensi
- Produktivitas
- Hasil penilaian kinerja
- Efektivitas pelatihan
- Rekrutmen
Data tersebut membantu perusahaan menyusun strategi pengembangan SDM yang lebih tepat.
Data Analyst di E-Commerce
Perusahaan e-commerce memanfaatkan data untuk memahami perilaku pelanggan.
Analisis yang dilakukan meliputi:
- Conversion Rate
- Customer Retention
- Cart Abandonment
- Traffic Website
- Customer Lifetime Value
- Produk Favorit
- Performa Promosi
Hasil analisis digunakan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan.
Data Analyst di Manufaktur
Di sektor manufaktur, Data Analyst membantu perusahaan mengoptimalkan proses produksi.
Beberapa indikator yang sering dianalisis antara lain:
- Efisiensi mesin
- Kapasitas produksi
- Tingkat cacat produk
- Persediaan bahan baku
- Lead Time Produksi
- Produktivitas tenaga kerja
Dengan analisis yang tepat, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan kualitas produksi.
Perbedaan Data Analyst, Data Scientist, dan Business Analyst
Ketiga profesi ini sering dianggap sama, padahal memiliki fokus pekerjaan yang berbeda.
| Aspek | Data Analyst | Data Scientist | Business Analyst |
|---|---|---|---|
| Fokus | Analisis data | Prediksi & Machine Learning | Proses bisnis |
| Tools | Excel, SQL, Power BI | Python, R, TensorFlow | Excel, BPMN, Power BI |
| Coding | Dasar | Tinggi | Rendah |
| Statistik | Menengah | Tinggi | Dasar |
| Output | Dashboard & Insight | Model Prediksi | Rekomendasi Bisnis |
Memahami perbedaan ini akan membantu Anda menentukan jalur karier yang paling sesuai dengan minat dan kemampuan.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula Saat Belajar Data Analyst
Banyak orang mengira menjadi Data Analyst hanya membutuhkan kemampuan mengolah angka atau menguasai satu software tertentu. Padahal, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula sehingga proses belajar menjadi kurang efektif dan peluang diterima kerja menjadi lebih kecil.
1. Langsung Belajar Python Tanpa Menguasai Dasar
Python memang menjadi salah satu bahasa pemrograman yang banyak digunakan dalam analisis data. Namun, bagi pemula, mempelajari Python sejak awal sering kali justru membuat proses belajar terasa lebih sulit.
Di dunia kerja, banyak perusahaan masih menggunakan Microsoft Excel dan SQL sebagai tools utama untuk mengolah data operasional. Oleh karena itu, kuasai terlebih dahulu Excel, SQL, dan konsep analisis data sebelum mempelajari Python.
2. Menganggap Excel Sudah Tidak Penting
Masih banyak yang beranggapan bahwa Excel sudah tergantikan oleh Power BI atau Python. Faktanya, Excel tetap menjadi salah satu aplikasi yang paling sering digunakan oleh Data Analyst untuk melakukan data cleaning, validasi data, analisis sederhana, hingga membuat laporan.
Kemampuan menggunakan Pivot Table, XLOOKUP, INDEX MATCH, Power Query, dan berbagai fungsi Excel lainnya masih menjadi nilai tambah saat proses rekrutmen.
3. Belajar Tools Tanpa Memahami Konsep Analisis
Menghafal rumus atau mengikuti tutorial belum tentu membuat seseorang mampu menjadi Data Analyst yang baik.
Yang lebih penting adalah memahami bagaimana cara membaca data, menemukan pola, mengidentifikasi masalah, dan menyusun rekomendasi berdasarkan hasil analisis.
Perusahaan mencari kandidat yang mampu memberikan solusi melalui data, bukan hanya mampu membuat dashboard yang menarik.
4. Tidak Membangun Portofolio
Kesalahan berikutnya adalah hanya mengandalkan sertifikat tanpa memiliki hasil proyek yang dapat ditunjukkan kepada recruiter.
Portofolio menjadi bukti bahwa Anda mampu menerapkan ilmu yang telah dipelajari. Beberapa contoh proyek yang dapat dimasukkan ke dalam portofolio antara lain:
- Dashboard penjualan menggunakan Power BI.
- Analisis data pelanggan menggunakan Excel.
- Visualisasi performa marketing.
- Analisis turnover karyawan.
- Dashboard keuangan perusahaan.
- Laporan KPI operasional.
Semakin relevan proyek yang Anda buat dengan kebutuhan industri, semakin besar peluang Anda mendapatkan panggilan wawancara.
5. Tidak Memahami Bisnis
Data hanyalah alat. Nilai seorang Data Analyst terletak pada kemampuannya menghubungkan data dengan tujuan bisnis perusahaan.
Sebagai contoh, ketika penjualan menurun, tugas Data Analyst bukan hanya menunjukkan grafik penurunan tersebut. Seorang analis juga harus mampu menjelaskan faktor penyebabnya serta memberikan rekomendasi yang dapat membantu perusahaan mengambil keputusan.
6. Jarang Berlatih dengan Data Nyata
Belajar menggunakan contoh data yang sederhana memang penting pada tahap awal. Namun, untuk meningkatkan kemampuan, Anda perlu berlatih menggunakan dataset yang lebih kompleks dan menyerupai kondisi di perusahaan.
Semakin sering Anda menghadapi data yang tidak rapi, semakin terbiasa Anda menyelesaikan permasalahan yang sebenarnya terjadi di dunia kerja.
Apakah AI Akan Menggantikan Data Analyst?
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) memunculkan pertanyaan baru, apakah profesi Data Analyst masih akan dibutuhkan di masa depan?
Jawabannya adalah AI tidak menggantikan Data Analyst, tetapi mengubah cara mereka bekerja.
Saat ini berbagai tools AI memang mampu membantu proses analisis, seperti:
- Membersihkan data lebih cepat.
- Membuat visualisasi otomatis.
- Menulis query SQL.
- Memberikan ringkasan hasil analisis.
- Membantu pembuatan dashboard.
Namun, AI tetap membutuhkan arahan dari manusia. AI belum mampu sepenuhnya memahami konteks bisnis, tujuan perusahaan, maupun faktor-faktor eksternal yang memengaruhi suatu keputusan.
Misalnya, AI dapat menunjukkan bahwa penjualan menurun sebesar 18%. Namun, keputusan mengenai strategi promosi, perubahan harga, atau pengembangan produk tetap membutuhkan analisis dan pertimbangan manusia.
Karena itu, kemampuan yang akan semakin bernilai di masa depan bukan sekadar mengoperasikan tools, tetapi memahami bisnis, berpikir kritis, serta mampu mengubah data menjadi rekomendasi yang dapat dijalankan.
Bagi calon Data Analyst, AI justru dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas, bukan sebagai ancaman.
Cara Menjadi Data Analyst yang Siap Kerja
Jika Anda ingin membangun karier sebagai Data Analyst, berikut langkah yang dapat dijadikan panduan.
- Kuasai Microsoft Excel hingga tingkat menengah atau lanjutan.
- Pelajari SQL untuk mengambil dan mengolah data dari database.
- Pahami konsep statistik dasar dan analisis data.
- Belajar membuat dashboard menggunakan Power BI atau Tableau.
- Kerjakan beberapa proyek nyata sebagai portofolio.
- Pelajari cara menyampaikan insight kepada stakeholder.
- Perbarui CV dan LinkedIn dengan proyek yang telah dikerjakan.
- Latih kemampuan menghadapi tes teknis dan wawancara kerja.
Belajar secara konsisten dan berfokus pada praktik akan memberikan hasil yang jauh lebih baik dibanding hanya mengumpulkan sertifikat.
Tingkatkan Skill melalui Bootcamp Data Analyst Talentiv
Belajar secara mandiri merupakan langkah yang baik, tetapi banyak peserta merasa kesulitan menentukan materi yang harus dipelajari terlebih dahulu atau belum memiliki kesempatan mengerjakan studi kasus yang menyerupai kebutuhan perusahaan.
Jika Anda ingin belajar lebih terarah, mengikuti program yang memiliki kurikulum terstruktur dapat menjadi pilihan.
Salah satu program yang dapat dipertimbangkan adalah Bootcamp Data Analyst dari Talentiv. Program ini dirancang untuk membantu peserta memahami proses analisis data dari dasar hingga siap diterapkan di dunia kerja.
Melalui bootcamp ini, peserta akan mempelajari berbagai kompetensi yang banyak dicari perusahaan, di antaranya:
- Microsoft Excel untuk analisis data.
- SQL dasar hingga menengah.
- Data Cleaning dan Data Preparation.
- Data Visualization.
- Dashboard menggunakan Power BI.
- Studi kasus bisnis dari berbagai industri.
- Penyusunan portofolio proyek.
- Mentoring bersama praktisi.
- Simulasi pengerjaan proyek yang relevan dengan kebutuhan industri.
Selain memahami teori, peserta juga berkesempatan mempraktikkan langsung proses analisis data menggunakan contoh kasus yang menyerupai pekerjaan seorang Data Analyst. Pendekatan ini membantu peserta membangun pengalaman dan portofolio yang dapat menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan.
Apabila Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kurikulum, jadwal kelas, maupun materi yang dipelajari, Anda dapat mengunjungi halaman Bootcamp Data Analyst Talentiv di: https://talentiv.id/dataanalyst/.
Rangkuman Talentiv
Profesi Data Analyst menawarkan peluang karier yang menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap pengambilan keputusan berbasis data. Tidak hanya perusahaan teknologi, berbagai sektor seperti perbankan, retail, manufaktur, kesehatan, hingga e-commerce juga membutuhkan tenaga profesional yang mampu mengolah data menjadi insight yang bermanfaat.
Untuk menjadi seorang Data Analyst yang kompeten, Anda tidak perlu menguasai semua tools sekaligus. Mulailah dari fondasi yang paling penting, yaitu Microsoft Excel, kemudian lanjutkan dengan SQL, statistik dasar, Power BI, serta kemampuan membangun dashboard dan menyusun portofolio. Selain hard skill, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan memahami konteks bisnis juga menjadi faktor yang sangat menentukan.
Di tengah perkembangan AI, peran Data Analyst tetap relevan. AI dapat membantu mempercepat proses pengolahan data, tetapi kemampuan manusia dalam memahami kebutuhan bisnis, mengevaluasi hasil analisis, dan memberikan rekomendasi strategis masih menjadi nilai yang tidak dapat digantikan.
Jika tujuan Anda adalah membangun karier di bidang analisis data, investasi terbaik yang dapat dilakukan adalah terus belajar, rutin berlatih menggunakan studi kasus nyata, serta membangun portofolio yang menunjukkan kemampuan Anda. Dengan bekal tersebut, peluang untuk mendapatkan pekerjaan sebagai Data Analyst akan semakin terbuka.
Apabila Anda ingin mempelajari analisis data secara lebih terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan industri, Bootcamp Data Analyst Talentiv dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengembangkan keterampilan praktis, memperkuat portofolio, dan mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen di dunia kerja.